Acara resepsi pernikahan Farrel dan Oliv dilaksanakan dengan begitu mewah. Ramai sekali tamu yang datang, dimulai dari rekan bisnis Jerry dan Wira, temannya Oliv, teman dekat Jerry dan Wira, hingga keluarga jauh Farrel.
Seperti yang sudah diduga, Mila pun benar-benar hadir dalam acara pernikahan Oliv.
“Haiii Liv, selamat yaa.” ucap Mila.
“Makasihh.. eum Milaa. Semoga lo cepet nyusul yaa.” ucap Keira.
“Hahaha Iyaaa.”
Mila benar-benar menepati janjinya kepada Oliv untuk tidak membahas apapun soal pertemuan mereka di Jepang.
Tak sadar, waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, yaitu akhir dari acara resepsi. Para tamu sudah pada pulang. Wajah Keira, Farrel, Jerry, dan Wira terlihat sungguh lelah.
“Nak.. kamu kecapean ya?” tanya Jerry kepada Keira.
“A-aku belum makan pah.”
“Hah? Dari siang belum makan?” tanya Jerry.
“Iya.”
“Aku juga belum Om.” ucap Farrel.
“Yaampun kalian ini, kalian ganti baju dulu ya terus kita makan malam bersama.” ucap Wira.
“Iya, cepetan sana. Papa sama Wira tunggu di restorannya ya. Nanti langsung ke sana saja.”
————————————————————
“Toktoktok.” suara ketukan pintu kamar Keira.
“Udah selesai Liv ganti bajunya?” tanya Farrel sesudah mengetok pintu.
“Udaah rel. Ayo, kita samperin Papa sama Ayah kamu.” ucap Keira yang baru saja keluar kamar.
“Tunggu.” ucap Farrel
“Kenapa?”
“Aku.. boleh cium kamu?” tanya Farrel. Keira hanya tersenyum dan mengangguk pelan. Karena sudah diberi izin oleh Keira, Farrel pun langsung menempelkan dan menautkan bibirnya dengan bibir Keira dengan perlahan dan penuh kasih sayang. Keira melingkarkan kedua tangannya di leher Farrel dan mereka pun memperdalam ciuman mereka. Farrel mencium Keira dengan sangat hati-hati seakan-akan bibir Keira akan mudah rapuh jika ia berbuat sedikit kasar. Itu adalah ciuman pertama mereka.
Keira melepaskan tautan bibir mereka. “Kok udahan?” tanya Farrel.
“Aku laperrr, mau makan. Papa sama Ayah kamu juga udah nungguin loh itu di restoran hotel.” jawab Keira.
“Yaudah nanti lanjutin ya tapinya.” ucap Farrel.
“Hahahaha iyaaa.”