Di Supermarket

Keira dan Farrel sudah sampai di supermarket. Mereka berbelanja banyak sekali bahan makanan dan camilan. Mereka pun juga sebenarnya tidak tahu untuk apa mereka membelanjakan bahan makanan segitu banyaknya. Tetapi, bisa untuk stok nanti saat sudah punya rumah baru, kalau kata Farrel.

“Kenapa belanja banyak banget dari sekarang? Kan kita pindah rumahnya masih minggu depan.” ucap Keira.

“Ya enggak papa. Takutnya, nanti ribet kalau belanja pas lagi proses pindahan.” jawab Farrel.

Keira mengajak Farrel untuk pergi ke lorong bagian sereal. Ada banyak sekali varian rasa dari mulai coklat, vanilla, pisang hingga stroberi.

“Rel sini deh, fotoin aku. Terus kita foto bareng.” ucap Keira.

“Hahahah oke oke tunggu.”

Cekrek cekrek” bunyi jepretan kamera handphone Farrel berbunyi sebanyak lebih dari 10 kali. Sungguh banyak foto yang mereka ambil dari mulai foto Keira dan Farrel sendiri masing-masing bersama background sereal dan juga foto mereka berdua menggunakan kamera depan maupun kamera belakang.

“Nanti kirim ke aku yaa rel”

“Sippp.”

Mereka pun terus berjalan menyusuri setiap lorong yang ada di supermarket untuk mencari camilan yang unik-unik. Farrel berpencar sebentar untuk mencari potato chips. Saat berjalan, Keira tidak sengaja ditabrak oleh seorang lelaki yang sedang berjalan bersama Ibunya.

“Eh sorry sor— Keira? Eh apa Oliv?” ucap lelaki itu.

“Nathan?”

“Oh lo Keira ya?”

Belum sempat menjawab, Farrel datang menghampiri Keira. “Ini Liv ak— Loh, Nathan?”

“Lah rel lo di sini juga?” tanya Nathan.

“Loh lo kenal Oliv?” Farrel bertanya balik.

“Lah ini Oliv? Bukan Keira?”

“Hehehe gue Oliv.” Keira menjawab dengan sedikit panik dan ia berusaha untuk menutupi rasa paniknya.

“Kok kalian bisa kenal?” tanya Farrel kebingungan.

“Oliv kan adiknya Daren. Daren sahabat gua.” ucap Nathan.

“Demi apa? Gua gak nyangka kalo lo ternyara sahabatan sama Daren.” ucap Farrel.

“Gua gak nyangka juga kita kenal dan saling relate gini, dunia sempit banget gak sih?”

“Iyaaa bener haha.” Farrel senyum dan sedikit tertawa.

“Mah, ini adiknya Daren.” ucap Nathan kepada Mamanya.

“Ohh ini adiknya Daren temanmu toh.. Cantik yaa.” ucap Mamanya Nathan.

“Terima kasih tante. Salam kenal aku Oliv.” ucap Keira.

“Nathan, gue sama Farrel pergi duluan yaa.” ucap Oliv.

“Oh iya okee.”

“Duluan yaa tante.” ucap Oliv dan Farrel.

Mendengar bahwa yang baru saja Nathan temui adalah Oliv dan bukan Keira, dirinya merasa bingung sekali. “Oliv kan selalu panggil gua dengan sebutan Kak. Kok tadi panggil gua Nathan? Yang gua suruh panggil nama aja kan Keira, bukan Oliv.” batin Nathan.

Hal tersebut terus terusan menjadi beban pikiran Nathan karena ia merasa ada hal yang aneh. Karena rasa penasarannya, ia berencana untuk menanyakan hal ini kepada Daren.

———————————————————— “Liv kamu kok gak bilang kalo kamu kenal sama Nathan?” tanya Farrel saat mereka sudah di mobil dan sudah membawa banyak belanjaan di mobil.

“Lah kamuu gak pernah bilang kalau Nathan temen ngegym kamu itu Nathan temennya Kak Daren.” ucap Keira.

“Aku juga gak tau kalau Nathan itu temennya Daren hahahah. Sumpah aku beneran gak nyangka banget loh, Liv.” ucap Farrel.

“Iyaaa aku juga hahah.” Keira tertawa kecil.

“Ini langsung aku anter pulang aja ya? Aku mau pergi soalnya, ada urusan sebentar.”

“Ohh iyaa langsung pulang aja gak papa.” ucap Keira. Farrel pun mengantar Keira pulang dan sampai di rumah dengan selamat.