Epilogue

Keira menangis membaca surat yang dititipkan oleh Farrel untuknya. Kata demi kata yang dituliskan oleh Farrel membuat dirinya mengingat semua kenangan indah yang pernah mereka lewati bersama.

Penyesalan memang selalu berada di akhir. Waktu tak bisa terulang kembali. Yang sudah terjadi tak bisa diulang maupun diperbaiki, namun hanya bisa disesali. Keira tidak tahu bahwa dirinya menyesali semuanya atau tidak. Keira sudah berada di titik kebahagiaan hidupnya yang baru saja ia bisa dapatkan kembali setelah kepergian Mamanya. Nathan adalah orang yang membuat Keira bisa mendapatkan kebahagiaannya lagi. Namun, kenangan Farrel dan dirinya adalah hal yang tak bisa ia lupakan juga.

“Gue gak bakal lupain semua kenangan gue sama lo, Rel. Gue pasti akan selalu ingat semuanya. Tapi, maafin gue karena gue gak bisa berbuat apa-apa lagi dengan hubungan kita. Maaf, Farrel.” ucap Keira di dalam hatinya sambil menangis.