Farrel: “Makasih ya udah mau nemenin video call gini.”
Keira: “Sama samaaa rel.”
Farrel: “By the way, tadi lo ke mall beli minuman doang Liv?”
Keira: “Iyaa, tadi gue abis dari rumah sakit terus gue tiba tiba kepengen minuman seger gitu, sama tad gue beli jepitan.”
Farrel: “Hah lo ngapain ke rumah sakit? Lo sakit?”
Keira: “Eh engga sakit, I-itu maksudnya, gue jenguk umm.. temen gue lagi sakit.”
Farrel: “Syukurlah, kirain lo sakit.”
Keira: “Engga kok.. by the way jepitan yang gue beli lucu gak?”
Farrel: “Cantik.. umm iya maksudnya lucu gitu cocok di lo.”
Keira: “Hehe makasih.”
Suasananya menjadi canggung tiba-tiba, sepertinya Farrel dan Keira sudah kehabisan pembahasan.
Farrel: “Liv, boleh nanya?”
Keira: “Boleh dong, mau tanya apa?”
Farrel: “Kalau misalnya perjodohan gua sama lo beneran jadi sampe kita nikah, gimana?”
Keira: “Umm.. emangnya lo gak mau nolak kalau kita disuruh nikah?”
Farrel: “Gua gak punya alasan buat nolak nikah sama lo sih Liv. Lo sendiri gimana?”
Keira: “Umm.. sorry rel, gue gak bisa jawab apa-apa kalau ditanya kauak gitu. Gue sendiri juga bingung.”
Farrel: “Eh, iya gak papa. Sorry gua nanya kayak tadi.”
Keira: “Gak papaa.”
Farrel: “Kita mau udahan aja apa gimana video callnya? Udah malem, takutnya gua ganggu waktu istirahat lo.”
Keira: “Gak ganggu sih rel, gue juga belum mau tidur hehe. Takutnya malah gue yang ganggu lo.”
Farrel: “Bingung juga ya hahahaha. Yaudah gimana kalau kita suit aja? Kalo lo kalah, kita udahan video callnya, tapi kalo gua kalah, lanjut aja gimana?”
Keira: “Okeeee.. ayo buru suit.”
Farrel: “Rock papers scissors shoot! Gua kertas, lo batu.. yahh gua menang.”
Keira: “Yahhh.. eh kok lo menang malah sedih hahahah.”
Farrel: “Kan jadinya harus udahan video callnya.”
Keira: “Yahh, iya juga ya. Ih tapi kita udah call 2 jam tauuu.”
Farrel: “Demi apa 2 jam? Kok gak kerasa sih?”
Keira: “Ih iyaaa.” ——————- Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar Oliv.
“Nak, lagi ngobrol sama siapa? Seru banget sepertinya? Ada tamu kah nak?” ucap Papanya Oliv dari depan pintu kamar.
“Engga pahh, ini lagi video call sama Farrel, masuk aja pahh.”
Papanya Oliv pun membuka pintu kamar Oliv dan mengintip sedikit ke kamera.
“Halo om.” ucap Farrel.
“Iya, halo nak Farrel. Sepertinya lagi seru banget yaa kalian.”
“Hehehe iya nih om.”
“Yaudah papa lanjut balik ke kamar ya. Lanjut aja kalian.”
“Iya pah, bentar lagi udah mau selesai kok, udah dari tadi soalnya.”
“Okee nak.”
“Selamat istirahat Om Jerry.”
“Iya kamu juga ya nak Farrel, kamu juga Liv.”
“Iyaa pah.”
———————- (lanjut ke video call)
Farrel: “Yaudah gih Liv, lo istirahat. Jangan drakoran ya, istirahat.”
Keira: “Hehehe, iyaaa rel. Lo jugaaa!”
Farrel: “Good night, Liv.”
Keira: “Good night too, Rel.”
(video call ended)