Marathon Drakor
“Hai rel. Sorry agak lama ya? Tadi ditanya-tanya dulu sama Papa.” ucap Keira yang baru saja masuk ke dalam mobil milik Farrel.
“Gak papa kok.. Ini langsung ke rumah gua ya?”
“Okee.”
“By the way gue pengen tanya deh, kok lo gak nolak dijodohin sih? Emangnya lo gak punya pacar?” Pertanyaan spontan dari Keira membuat Farrel melotot karena terkejut mendengar perkataan Keira.
“Gua juga tadinya gak mau, tapi yaudah lah gua gak ada pacar ini terus ya gua mikir yaudah deh nurut aja ama Ayah.”
“Ohh gitu..”
“Kalo lo? Kayaknya lo gak mau gak sih dijodohin? Dari pas gua ngechat lo pertama kali aja lo keliatan judes banget, Liv.”
“Eh? Hehehehe iya gak mau. Tapi yaudah lah kan lumayan sekarang gue jadi nambah temen sefrekuensi. Apalagi lo suka nonton drakor. Lagian juga kan dijodohin kan belum tentu jadi kan?” jawab Keira.
“Iya bener, temen gua juga nambah deh jadinya.”
Tak sadar mereka mengobrol dengan sangat asyik, ternyata mereka sudah sampai di rumah Farrel. Mereka pun langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah Farrel.
“Liv sini, masuk ke ruang teater.”
Keira terkejut saat memasuki ruang teater di rumah Farrel. Tidak begitu luas, tetapi sangat dingin dan desain ruangannya sangatlah keren.
“Woahh! Keren banget Rel.”
“Hehe makasih.. Itu ada popcorn sama cemilan lain yaa.. kalo mau tinggal makan aja.”
“Asikk okeee.”
“Ini mau langsung nonton aja kan?” tanya Farrel.
“Iya mulai ajaa.”
Farrel dan Keira sangat antusias saat menonton serial drama Korea “Hometown Cha-Cha-Cha” episode yang ke 13. Keira teriak-teriak menyebut nama Hong Dusik yang sangat tampan katanya. Farrel pun juga sangat gemas dengan chemistry Hong Dusik dan juga Yoon Hyejin.
“Yahhh kok abis sih.. gak sabar next episode dehh.” ucap Keira.
“Malem ini kan ya episode 14?”
“Iyaaa.”
“Sekarang mau nonton apalagi nih?” tanya Farrel.
“Lo udah nonton Taxi Driver belum?” tanya Keira.
“Belum Liv. Itu seru ya?”
“Katanya sih seru, drama action gitu. Gue belum nonton.”
“Mau coba nonton gak?”
“Mauuuu!” jawab Keira dengan sangat antusias.
Mereka pun menonton serial drama Korea “Taxi Driver” dengan sangat serius dan bersemangat. Mereka pun tak menyadari berapa jumlah episode yang sudah mereka tonton. Lalu, Farrel sepertinya menyadari bahwa mereka sudah menonton terlalu lama sampai-sampai tak sadar waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
“Gak sadar ya kita udah nonton lama bang—
Farrel menghentikan kalimatnya saat melihat Keira sudah tertidur pulas di sampingnya sambil memegang popcorn.
“Lucu banget Oliv.” ucap Farrel.
Farrel’s pov:
Farrel bingung apa yang harus ia lakukan. Apakah ia harus membiarkan Oliv untuk tidur di sofa seperti itu saja atau memindahkannya ke kamar tamu. Farrel akhirnya memutuskan untuk memindahkan Oliv ke kamar tamu dengan cara menggendongnya. Ia khawatir kepala dan leher Oliv akan terasa pegal jika tidur di sofa yang berada di ruang teater. Sesampainya di kamar tamu, Farrel meletakkan tubuh Oliv di kasur dengan perlahan dan menyelimutinya agar tidak kedinginan. Farrel pun langsung berjalan ke arah pintu untuk pergi ke kamarnya, namun tangannya di tahan oleh Oliv.
“Jangan pergi ninggalin aku ya.. please jangan pergi.” ucap Keira.
“Iya gua di sini, Liv.”
Farrel bingung mengapa Oliv bisa mengigau seperti itu. Ia khawatir apakah Oliv sedang berada dalam masalah atau merasa ketakutan akan ada yang meninggalkan dirinya. Farrel hanya bisa terdiam dan memutuskan untuk tidak meninggalkan kamar tamu dan menarik kursi meja belajar yang ada untuk duduk di samping kasur.
“Jangan khawatir Liv, biarpun nanti kita jadi dijodohin atau engga, gua bakal selalu ada buat lo, biarpun hanya sebatas sahabat.” ucap Farrel sambil mengelus kepala Oliv.
Tak sadar ternyata Farrel ketiduran di samping Keira. Posisinya ketiduran sambil duduk. Matahari sudah terbit dan Keira pun terbangun dengan keadaan Farrel yang masih tertidur sambil duduk di sampingnya.
“Rel..”
“Mmm.. Oliv.. udah bangun?”
“Iyaa.. kok gue bisa di sini?”
“Lo ketiduran semalem di ruang teater. Terus takutnya lo pegel kalo tidur di sofa gitu, yaudah gue pindahin aja lo ke sini.”
“Makasih yaa.. by the way lo gak pegel tidur kayak gitu? Kenapa lo gak ke kamar lo aja semalem?”
Farrel ingin sekali memberitahunya bahwa Oliv yang menahan tangan Farrel untuk tidak pergi. Tetapi, Farrel berpikir lebih baik tidak perlu memberitahukan hal itu kepada Oliv. Ia takut Oliv menjadi malu atau ada sesuatu hal yang terjadi sama Oliv tetapi Oliv tidak ingin menceritakan hal itu kepadanya.
“Hmm.. ya gak papa. Yaudah ayo keluar, kita sarapan dulu.”
“Okeey yuk.”