The Wedding Day
Hari pernikahan Keira dan Nathan pun tiba. Hati keira berdebar kencang karena masih tak menyangka bahwa ia beneran menikah juga pada akhirnya. Nathan pun sama. Sudah berkali-kali mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan, pada akhirnya ia bisa menikah dengan wanita yang ia cintai.
Ramai sekali tamu yang datang. Ada teman-teman Keira dan Nathan, kerabat orangtua, dan juga keluarga jauh mereka. Para tamu undangan menyantap makanan yang disediakan seperti nasi goreng, nasi kuning, zuppa soup, kerupuk udang, mi goreng, bihun, puding, es krim, dan sebagainya.
Keira dan Nathan sampai kewalahan karena harus bersalaman dengan tamu yang begitu banyaknya. Tamu yang Keira dan Nathan tunggu-tunggu yaitu Daren, Jetro, dan Oliv datang agak terlambat.
“Keiraaaa selamat yaaa, akhirnya lo nikah juga. Semoga langgeng dan bahagia, ya. Kak Nathannn jagain sahabat gue, ya.” ucap Oliv.
“Brooo happy wedding. Bahagia selalu ya kalian.” ucap Jetro.
“Nat, Kei, happy wedding yaa. Selalu bahagia dan jagain Keira ya, Nat.” ucap Daren.
“Makasih yaaa.” ucap Keira.
“Makasih guys, cepet nyusul ya, Ren sama Oliv.” ucap Nathan.
“Hahahahah.. iyaa.”
Tak lama dari itu, Farrel datang. Farrel mengucapkan selamat untuk Keira dan Nathan dan dirinya menampakkan senyum yang sangat lebar seperti orang yang sedang sangat bahagia.
“Selamat ya, Keira dan Nathan. Gue harap kalian bakal langgeng, saling menjaga, dan hidup bahagia, ya.” ucap Farrel.
“Pasti, Rel. Makasih, ya.” ucap Nathan.
“Makasih ya, Farrel.” ucap Keira.
“Kei, jaga diri lo baik-baik, ya. Gue masih anggep lo sebagai temen gue. Jadi, kalo lo butuh apa-apa jangan sungkan untung hubungi gue, ya.” ucap Farrel.
“Iya, Rel. Makasih banyak.” ucap Keira.
“Nathan, jagain Keira, ya.” ucap Farrel pada Nathan sambil tersenyum.
“Pasti lah, Rel.” ucap Nathan.
Farrel, masih dengan raut wajah yang tampak bahagia, meninggalkan tempat resepsi pernikahan Nathan dan Keira. Farrel menitipkan sebuah surat kepada salah satu pelayan di sana untuk diberikan kepada Keira. Inilah akhir dari perjalanan kisah Keira dan Farrel. Membahagiakan untuk Keira, namun pahit untuk Farrel. Farrel hanya bisa berharap agar wanita yang ia cintai bisa hidup bahagia dengan suaminya, Nathan.
“Happy wedding untuk satu-satunya wanita yang kucintai, Keira Adinda..” Itulah kalimat terakhir yang diucapkan oleh Farrel di dalam hatinya sebelum ia meninggalkan tempat resepsi pernikahan tersebut.
- THE END-